Gayus Lumbuun: Pansel Harus Jemput Bola Pimpinan KPK

Monday, June 20, 2011

JAKARTA - JLC: Anggota Komisi Hukum DPR, Gayus Lumbuun menilai pakar hukum seperti almarhum Rudy Satrio, Bambang Wijayanto dan Jimly Asshiddiqie sebagai orang-orang yang pantas menjadi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Orang-orang seperti ini, sebenarnya yang perlu dijemput bola," kata Gayus, usai menjadi pembicara dalam diskusi bertema Mencari Pimpinan KPK yang Berani dan Tumpas Koruptor Tanpa Pandang Bulu, Ahad, 19 Juni 2011.

"Saya yakin Bambang Wijayanto males untuk melamar-melamar lagi," kata Gayus. Menurut Gayus, banyak orang-orang yang punya kualitas tapi tidak tahu atau enggan mendaftar menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. "KPK ini pengabdian dan pengorbanan, harusnya lebih banyak calon yang didatangi dan diajak," kata dia. "Siapa saja yang kriterianya cocok dan secara administrasi cocok harus diberi kesempatan," tuturnya menambahkan. Orang-orang tersebut bisa berasal dari kalangan akdemisi, advokat, kepolisian ataupun kejaksaan.

Hingga saat ini ada sekitar 120 orang yang telah melamar menjadi pimpinan KPK. Menurut Gayus, upaya jemput bola bukan berarti calon yang ada tidak bagus. "Saya tidak mengatakan tidak bagus, tapi banyak ahli yang sungkan melamar," kata dia.

Gayus juga meyakinkan bahwa upaya jemput bola tak membuat Panitia Seleksi Pimpinan KPK lantas menjadi berpihak dan tidak objektif. "Harus punya kepercayaan diri, Pansel sudah objektif, yang seleksi kan banyak," kata dia.

Saat ditanya tentang calon-calon yang dianggap layak oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gayus mengaku partainya tersebut belum memutuskan hal itu. "Kami belum memutuskan secara formal untuk fraksi. Tapi, kami tentu punya pembahasan-pembahasan," kata dia. (Tempo Interaktif/Martha Thertina)